Said Iqbal Resmi Dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

- Senin, 08 Juni 2026 | 10:50 WIB
Said Iqbal Resmi Dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Sebelum pelantikan, Said Iqbal menuturkan bahwa jabatan yang diembannya memiliki kedudukan setingkat menteri sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. Dalam kapasitas tersebut, ia akan berfokus memberikan berbagai masukan strategis dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.

“Kalau menurut perpres nomor 137 tahun 2024 atau 106 tahun 2025 kedudukan setingkat dengan Menteri. Tentu nanti saya hanya memberikan banyak masukan kepada Presiden bila diminta maupun tidak diminta, dan membuat analisis kebijakan,” kata dia.

Keputusan Strategis Bersama KSPI dan Kalangan Pekerja

Tokoh buruh nasional itu menegaskan bahwa keputusannya menerima amanah dari Presiden Prabowo telah melalui pembahasan mendalam bersama jajaran KSPI dan kalangan pekerja. “Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam. Karena secara platform perjuangan, keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan,” tuturnya.

Profil Said Iqbal: Figur Sentral Gerakan Buruh Indonesia

Said Iqbal dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam gerakan buruh Indonesia. Aktivis kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 ini telah berkecimpung dalam perjuangan pekerja sejak 1992 saat bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi. Karier organisasinya terus berkembang, mulai dari menjabat Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 1999-2006 hingga kemudian memimpin KSPI.

Selain aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, ia juga memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan pendidikan dari Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Jayabaya, hingga meraih gelar Magister Manajemen Ekonomi dari Universitas Indonesia.


Halaman:

Komentar