Sebelum pelantikan, Said Iqbal menuturkan bahwa jabatan yang diembannya memiliki kedudukan setingkat menteri sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. Dalam kapasitas tersebut, ia akan berfokus memberikan berbagai masukan strategis dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
“Kalau menurut perpres nomor 137 tahun 2024 atau 106 tahun 2025 kedudukan setingkat dengan Menteri. Tentu nanti saya hanya memberikan banyak masukan kepada Presiden bila diminta maupun tidak diminta, dan membuat analisis kebijakan,” kata dia.
Keputusan Strategis Bersama KSPI dan Kalangan Pekerja
Tokoh buruh nasional itu menegaskan bahwa keputusannya menerima amanah dari Presiden Prabowo telah melalui pembahasan mendalam bersama jajaran KSPI dan kalangan pekerja. “Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam. Karena secara platform perjuangan, keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan,” tuturnya.
Profil Said Iqbal: Figur Sentral Gerakan Buruh Indonesia
Said Iqbal dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam gerakan buruh Indonesia. Aktivis kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 ini telah berkecimpung dalam perjuangan pekerja sejak 1992 saat bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi. Karier organisasinya terus berkembang, mulai dari menjabat Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 1999-2006 hingga kemudian memimpin KSPI.
Selain aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, ia juga memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan pendidikan dari Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Jayabaya, hingga meraih gelar Magister Manajemen Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia