Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Ke depan, seluruh skema bansos akan diubah menjadi transfer tunai langsung atau cash transfer kepada penerima manfaat dengan nilai sekitar Rp5,4 juta per orang.
Transformasi ini merupakan bagian dari agenda digitalisasi pemerintahan yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Salah satu langkah utamanya adalah penerapan single digital ID untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan dan subsidi.
“Mungkin akhir tahun ini akan ada single digital ID yang akan diberikan. Semua bank sosial atau direct cash transfer akan tepat sasaran. Ini akan menghemat angka yang cukup besar,” jelas Luhut dalam pernyataannya pada Rabu, 10 Juni 2026.
Luhut menegaskan bahwa subsidi tidak lagi disalurkan dalam bentuk barang, melainkan langsung kepada penerima. Seluruh bansos akan dihimpun menjadi cash transfer sekitar Rp5,4 juta per orang dan dikelola menggunakan sistem pengelompokan berbasis AI.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia