“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI,” tegasnya.
Pemanfaatan teknologi AI diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi bansos, tetapi juga meningkatkan akurasi data penerima. Luhut menambahkan bahwa sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia dan akan memudahkan monitoring secara menyeluruh.
“Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini. Dan sekali lagi, sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia. Saya kira itu dari kami,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia