Menariknya, di sekitar posko logistik tersebut, para relawan juga membentangkan spanduk bernada satir. Di antaranya bertuliskan "Snack Gratis dari rakyat untuk rakyat" dan "BENERAN GRATIS GAK PAKE UANG PAJAKMU". Hingga pukul 14.10 WIB, massa mahasiswa dalam gelombang besar belum terlihat memadati poros Bundaran HI.
Aksi kali ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI). Ada lima tuntutan krusial yang dibawa, yakni: hentikan pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, stop militerisme di ranah sipil, dan desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kegagalan pemerintah.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan menegaskan, rapor merah dan tuntutan ini lahir murni dari jeritan hati masyarakat bawah yang terhimpit ekonomi. "Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof.
Artikel Terkait
Kasus Roy Suryo: Polemik P21 Gaib dan Tahap Dua yang Tak Kunjung Jalan
Duet Bahlil-Gibran 2029 Dinilai Sulit Terealisasi, Pengamat: Hanya Mimpi
Peluang Gibran Maju Capres 2029 Dinilai Tipis, Pengamat Sebut Kaesang Lebih Realistis
Rizal Fadhillah Serukan Reformasi Jilid II: Tuntut Hukum Jokowi dan Pemakzulan Prabowo-Gibran