Menariknya, di sekitar posko logistik tersebut, para relawan juga membentangkan spanduk bernada satir. Di antaranya bertuliskan "Snack Gratis dari rakyat untuk rakyat" dan "BENERAN GRATIS GAK PAKE UANG PAJAKMU". Hingga pukul 14.10 WIB, massa mahasiswa dalam gelombang besar belum terlihat memadati poros Bundaran HI.
Aksi kali ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI). Ada lima tuntutan krusial yang dibawa, yakni: hentikan pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, stop militerisme di ranah sipil, dan desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kegagalan pemerintah.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan menegaskan, rapor merah dan tuntutan ini lahir murni dari jeritan hati masyarakat bawah yang terhimpit ekonomi. "Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof.
Artikel Terkait
FX Hadi Rudyatmo Kecewa Berat: Jokowi Dorong Gibran Maju Pilkada Solo 2020 Tanpa Pengalaman Organisasi
Survei Capres 2029 Beredar Luas, Indikator Politik Bantah Rilis Data Palsu
Mahfud MD Sebut Prabowo Antikritik Usai Jurnalis dan LSM Dibilang Londo Ireng
Purbaya Yudhi Sadewa Kandidat Kuat Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo