Mahfud MD Sebut Prabowo Antikritik Usai Jurnalis dan LSM Dibilang Londo Ireng

- Selasa, 28 Juli 2026 | 17:25 WIB
Mahfud MD Sebut Prabowo Antikritik Usai Jurnalis dan LSM Dibilang Londo Ireng

Mahfud MD: Prabowo Antikritik dengan Sebut Jurnalis dan LSM "Londo Ireng"

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai "londo ireng". Menurut Mahfud, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Prabowo tidak menyukai kritik.

Apa Itu Londo Ireng?

Londo ireng adalah istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti "Belanda hitam". Istilah ini merujuk pada tentara sewaan asal Afrika atau pribumi yang bekerja untuk kepentingan kolonial Belanda. Secara historis, londo ireng memiliki konotasi negatif sebagai "musuh dalam selimut" atau pengabdi kepentingan asing.

Kritik dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Pernyataan Presiden Prabowo ini memicu protes dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI). AJI menilai pelabelan tersebut sebagai bentuk stigmatisasi terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Meskipun demikian, pihak Istana menyatakan bahwa ucapan Prabowo tidak bermaksud menyamaratakan seluruh jurnalis dan LSM sebagai londo ireng.

Mahfud MD: Prabowo Antikritik

Mahfud MD menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo justru menunjukkan sikap antikritik. Dalam pernyataannya pada Selasa (28/7/2026) yang dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, ia mengatakan:

"Presiden ini tidak suka pada kritik, selalu mengatakan ini negara demokrasi, silakan kritik pemerintah, tapi sesudah itu menghantam balik para pengkritiknya tanpa penjelasan yang substantif."


Halaman:

Komentar