Mahfud MD: Prabowo Antikritik dengan Sebut Jurnalis dan LSM "Londo Ireng"
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai "londo ireng". Menurut Mahfud, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Prabowo tidak menyukai kritik.
Apa Itu Londo Ireng?
Londo ireng adalah istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti "Belanda hitam". Istilah ini merujuk pada tentara sewaan asal Afrika atau pribumi yang bekerja untuk kepentingan kolonial Belanda. Secara historis, londo ireng memiliki konotasi negatif sebagai "musuh dalam selimut" atau pengabdi kepentingan asing.
Kritik dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Pernyataan Presiden Prabowo ini memicu protes dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI). AJI menilai pelabelan tersebut sebagai bentuk stigmatisasi terhadap kebebasan pers di Indonesia.
Meskipun demikian, pihak Istana menyatakan bahwa ucapan Prabowo tidak bermaksud menyamaratakan seluruh jurnalis dan LSM sebagai londo ireng.
Mahfud MD: Prabowo Antikritik
Mahfud MD menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo justru menunjukkan sikap antikritik. Dalam pernyataannya pada Selasa (28/7/2026) yang dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, ia mengatakan:
"Presiden ini tidak suka pada kritik, selalu mengatakan ini negara demokrasi, silakan kritik pemerintah, tapi sesudah itu menghantam balik para pengkritiknya tanpa penjelasan yang substantif."
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia