“Termasuk peningkatan risiko penggunaan bahan bakar substitusi seperti BBM yang berdampak pada lonjakan biaya pembangkitan listrik nasional,” kata Jefferson.
SEI menegaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari tersendatnya pasokan batu bara di sektor hulu. Hal ini membantah klaim pemerintah yang menyebut gangguan tersebut murni masalah teknis operasional.
Dengan demikian, SEI menilai akar permasalahan utama terletak pada ketidakpastian dan perubahan kebijakan RKAB di sektor batu bara di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Kebijakan yang tidak konsisten ini secara langsung merembet dan mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional.
“Tanpa kepastian kebijakan yang konsisten di sektor hulu, maka stabilitas listrik nasional akan terus berada dalam tekanan dan berisiko mengalami gangguan berulang di masa mendatang,” pungkas Jefferson.
Artikel Terkait
Jokowi Dinilai Belum Yakin Kaesang Mampu Besarkan PSI, Pilih Jabat Ketua Dewan Pembina
Mahfud MD Sebut Pemerintah Takut dan Tak Serius Reformasi Polri, Rekomendasi Berakhir di Tong Sampah
Harta Budiman Sudjatmiko Meroket Usai Jadi Pejabat, Dicap Pengkhianat Reformasi
Megawati Bela Aksi Demo Mahasiswa: Jangan Takut Suarakan Aspirasi