Netizen pun ramai berkomentar. "Ohh bibit penjilat nyaa kuat banget," tulis akun fajri. "Akun BEM apa dah ngucapin gini? Gaada urgensi nya anjir sama kegiatan kampus lo wkwkwkwkw," kata akun urkarma.
Kini, Rahmat Djimbula menyatakan sikap atas nama Aliansi BEM Bersatu dengan mengkritik gerakan mahasiswa yang memprotes kebijakan pemerintah. "Kami BEM Fakultas bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan," kata Rahmat. "Kami menilai, sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan arah. Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi dan ketidakjelasan substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau disusupi agenda tertentu," sambungnya.
BEM Bersatu terdiri dari:
- Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA: Wildan Ricky
- BEM Fakultas Hukum UIJ: Muhammad Yani
- Ketua BEM FISIP UNAS: Ardi Zulkifly
- Ketua BEM Institut Al Aqidah: Ardiansyah
- BEM Psikologi UNJ: Ahmad Ghazy
- Ketua BEM FEB UNPAM: Alfi
- Ketua BEM Hukum UIC (Jubir BEM Bersatu): Rahmat Djimbula
- BEM F.IPS Unindra: Dicky
- BEM Fakultas Teknik Universitas BSI: Ahmad
- BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI: Rezky Anandar
Anehnya, sejumlah BEM dari kampus-kampus yang disebutkan justru menyatakan sikap berbeda. Lalu, siapa sebenarnya BEM Bersatu?
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia