MULTAQOMEDIA.COM - Rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan politik. Alih-alih memberikan keuntungan elektoral, langkah ini justru dikhawatirkan mengganggu stabilitas nasional.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai situasi politik saat ini membutuhkan kondisi yang kondusif agar pemerintah dapat fokus membenahi perekonomian. Menurutnya, safari politik Jokowi justru menciptakan ketidakstabilan yang tidak diperlukan.
"Tindakan Jokowi itu bisa dibilang menciptakan kegaduhan. Sedangkan situasi saat ini diperlukan kondusif untuk membenahi ekonomi. Jadi dengan agenda Jokowi ini bisa dibilang sedang menggoyang Prabowo dan Megawati sekaligus," kata Muslim kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.
Muslim juga menyoroti relasi politik Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa perjalanan politik Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden tidak terlepas dari dukungan kedua tokoh tersebut.
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Menteri Perumahan Ara Gagal dan Dianggap Buangan PDIP, Ini Faktanya!
Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Jokowi Tegaskan Patuhi Aturan Keprotokolan, Bantah Ada Keretakan dengan Prabowo
Prabowo di Ambang Chaos? Analisis Lengkap Risiko Tata Kelola, Bayang-Bayang Jokowi, hingga Ancaman Perang Informasi
Benny K. Harman Hina Wartawan dengan Ucapan Otak Kamu Ada Gak? – KWP Kecam Keras dan Ancam Lapor ke MKD