Polemik Internal Kubu Pengkritik Ijazah Jokowi: Ketua Korlabi Tuding Advokat Ahmad Khozinudin Sebagai "Agen Gelap"
MULTAQOMEDIA.COM - Konflik internal kembali memanas di kubu yang selama ini vokal mengkritisi kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ketua Umum Korlabi, Damai Hari Lubis, melontarkan tudingan serius terhadap advokat Ahmad Khozinudin, yang dikenal sebagai kuasa hukum sejumlah pihak dalam perkara tersebut.
Dalam pernyataannya, Damai menduga Ahmad Khozinudin adalah seorang "agen gelap" yang sengaja disusupkan untuk menggagalkan perjuangan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). TPUA merupakan pihak yang berupaya mendapatkan kejelasan hukum melalui jalur litigasi, klarifikasi, dan konfirmasi ke institusi resmi seperti PN Surakarta, PN Jakarta Pusat, Mabes Polri, serta silaturahmi ke domisili Jokowi di Solo.
Damai mengungkapkan bahwa Ahmad Khozinudin diundang untuk ikut ke Yogyakarta/UGM pada 15 April 2025 dan Solo/Rumah Jokowi pada 16 April 2025, namun menolak dengan tegas. "Kata yang keluar dari mulutnya: tidak mau ikut urusan Ijazah Jokowi, dia cukup konsentrasi urusan PIK2. Namun praktiknya justru over dosis ikut campur yang berakhir dengan pecah belah antar aktivis," ujar Damai.
"Layaknya seorang agen intel hitam, dia dipasang untuk bersuara keras agar muncul orang-orang yang kemudian ditangkap. Ia menggunakan operasi pancing jaring," kata Damai, Selasa (14/7/2026).
Menurut Damai, pola yang dilakukan Ahmad Khozinudin justru meningkatkan risiko hukum bagi pihak-pihak yang didampinginya. Berbagai pernyataan yang disampaikan di ruang publik dinilai memicu tindakan hukum terhadap sejumlah aktivis dan tokoh yang terlibat dalam polemik tersebut. Akibatnya, fokus perjuangan menjadi bias, simpati publik hilang, dan muncul hujatan terhadap para aktivis penegakan hukum yang sejati.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Kecam Raja Juli Teken Permenhut Saat Umroh: Ceroboh Sekali, Ini Fakta di Baliknya
Menteri PU Tanting Umrah Gratis: Buktikan Aisyah Keponakannya, Dapat Hadiah
Keretakan Politik Prabowo-Jokowi Mulai Terlihat, Pengamat Prediksi Pecah di 2028
Susno Duadji Kritik Keras Menteri PU Dody Hanggodo: Seret Nepotisme Pengangkatan Keponakan Jadi Komisaris BUMN