Erizal menambahkan bahwa kerusakan tersebut meliputi mengalirnya dana ribuan triliun rupiah ke luar negeri tanpa bisa dihambat. "Perampokan SDA (Sumber Daya Alam) terjadi secara masif seperti negeri tak bertuan," tegasnya.
Lebih lanjut, Erizal menyoroti sikap diam yang terjadi di tengah kondisi ini. Menurutnya, Prabowo heran tidak ada pihak yang berteriak atau memprotes. "Entah tak berani, tak tahu-menahu, atau justru jadi bagian," imbuhnya.
Erizal juga menduga bahwa kondisi ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo dan Jokowi mulai menunjukkan perbedaan arah. "Bisa jadi inilah salah satu alasan, kalau nanti Presiden Prabowo berpisah jalan dengan Jokowi, karena Jokowi terlihat hanya memikirkan masa depan anak-anaknya, ketimbang memikirkan masa depan generasi mendatang," pungkas Erizal.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia