Erizal menambahkan bahwa kerusakan tersebut meliputi mengalirnya dana ribuan triliun rupiah ke luar negeri tanpa bisa dihambat. "Perampokan SDA (Sumber Daya Alam) terjadi secara masif seperti negeri tak bertuan," tegasnya.
Lebih lanjut, Erizal menyoroti sikap diam yang terjadi di tengah kondisi ini. Menurutnya, Prabowo heran tidak ada pihak yang berteriak atau memprotes. "Entah tak berani, tak tahu-menahu, atau justru jadi bagian," imbuhnya.
Erizal juga menduga bahwa kondisi ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo dan Jokowi mulai menunjukkan perbedaan arah. "Bisa jadi inilah salah satu alasan, kalau nanti Presiden Prabowo berpisah jalan dengan Jokowi, karena Jokowi terlihat hanya memikirkan masa depan anak-anaknya, ketimbang memikirkan masa depan generasi mendatang," pungkas Erizal.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019
Gibran Duduk di Barisan Menteri Saat Sidang Kabinet, Warganet Berspekulasi