Pasalnya, tidak lama setelah Nanik menyatakan mundur, Presiden Prabowo Subianto langsung menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pengganti Kepala BGN.
Menurut Fernando, cepatnya penunjukan pengganti menunjukkan bahwa proses pergantian tersebut kemungkinan telah dipersiapkan sebelumnya.
“Melihat kesiapan tersebut, kemungkinan prosesnya sudah terjadi beberapa waktu sebelum diumumkan pengunduran diri Naniek,” tuturnya.
Fernando berharap Sudaryono mampu membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan BGN, terutama dalam memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awal pemerintah.
Ia menekankan pentingnya pembenahan dalam beberapa aspek, mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat, pemenuhan standar gizi dalam setiap menu yang disajikan, hingga penguatan sistem pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan anggaran.
“Saya berharap Sudaryono akan mampu menjalankan tugasnya sebagai kepala BGN dengan melakukan berbagai terobosan untuk pelaksanaan agar tepat sasaran dan menu sajian MBG sesuai dengan standar yang ditentukan serta meminimalisir penyelewengan anggaran,” pungkas Fernando.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
Artikel Terkait
Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Tetap Jabat Komisaris Pertamina Tuai Pro Kontra
Posisi Duduk Gibran Tak Semeja dengan Prabowo, Pengamat Sebut Ini Tanda Hubungan Retak?
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg