Penyumbang terbesar lonjakan harta mantan Wamentan ini berasal dari aset tanah dan bangunan. Nilai propertinya melesat dari Rp50,29 miliar menjadi Rp69,69 miliar, atau bertambah Rp19,4 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh masuknya lima aset properti baru, antara lain:
- Tiga bidang tanah di Kabupaten Bogor masing-masing senilai Rp4 miliar, Rp4 miliar, dan Rp3 miliar.
- Dua bidang tanah di Jakarta Selatan yang masing-masing bernilai Rp4,2 miliar.
Selain properti, aset alat transportasi Sudaryono juga bertambah. Dari semula tiga unit mobil senilai Rp750 juta, kini menjadi lima kendaraan senilai Rp1,07 miliar. Penambahan ini mencakup satu unit sepeda motor dan satu unit Toyota Innova keluaran 2023.
Kenaikan Kas dan Surat Berharga
Di sisi lain, kas dan setara kas milik Sudaryono ikut terdongkrak dari Rp8,40 miliar menjadi Rp13,34 miliar. Sementara itu, nilai surat berharga miliknya naik tipis dari Rp7,55 miliar menjadi Rp7,64 miliar. Kategori harta bergerak lainnya tercatat nihil dari yang sebelumnya dilaporkan sebesar Rp2,32 miliar.
Lonjakan kekayaan ini menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis Sudaryono sebagai Kepala BGN. Transparansi LHKPN menjadi kunci untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam pengelolaan kekayaan pejabat publik.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia