Kasus yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, semakin memanas. Polemik ini kini memicu respons keras dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, yang menduga adanya agenda tersembunyi di balik kasus tersebut. Simak analisis lengkap dan pernyataan mengejutkan Said Didu mengenai dugaan "pengkhianat" di rezim Presiden Prabowo Subianto berikut ini.
Said Didu: Ada Tiga Kemungkinan di Balik Kasus Febrie
Muhammad Said Didu menilai bahwa dinamika yang berkembang dalam kasus ini bukanlah sekadar persoalan hukum biasa. Ia mengidentifikasi setidaknya tiga kemungkinan besar yang melatarbelakangi mencuatnya polemik ini ke permukaan. Salah satu dugaan yang paling menonjol adalah adanya kebocoran informasi dari lingkaran dalam pemerintahan yang sengaja dilakukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Dugaan "Pengkhianat" di Internal Pemerintahan
Dalam pernyataannya yang tegas, Said Didu menyebutkan adanya indikasi kuat pihak internal yang bertindak sebagai "pengkhianat". Ia menduga informasi sensitif dibocorkan untuk memojokkan pihak-pihak tertentu yang sedang menjadi target.
"Ada 3 kemungkinan, ada pengkhianat dalam rezim Prabowo yang bocorkan kepentingan pihak geng SOP. Ini sangat jelas karena hanya memojokkan pihak lain," ujar Said Didu.
Artikel Terkait
Jokowi Tamat di 2029? Pengamat: Karier Politik Berakhir Jika Gibran Tak Maju dan PSI Gagal ke Senayan
Isu Pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dinilai Upaya Rongrong Stabilitas Pemerintahan Prabowo
Isu Pergantian Kapolri Mencuat Lagi: DPR Bantah Terima Surpres, Kinerja Listyo Sigit Dinilai Masih Solid
Isu Kerusuhan Jakarta Agustus 2026: Edy Mulyadi Bongkar Spekulasi Dalang di Balik Rumor vs Bantahan Resmi Pemprov dan Polda Metro Jaya