"Tapi ini kan ada kurangnya wajar, tapi dengan pekerjaan dia luar biasa mencakup 280 juta orang, nggak gampang. Tapi kan ada oknum-oknum yang ya, yang mengatasnamakan institusi, itu biasa. Tapi saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," imbuhnya.
Calon Kapolri Baru Sudah Muncul
Kabar mengenai pergantian Kapolri sebenarnya telah berhembus sejak 2025. Saat itu muncul isu bahwa Presiden Prabowo telah menyiapkan nama calon pengganti Jenderal Listyo Sigit. Sejumlah informasi yang beredar di media sosial bahkan menyebut calon Kapolri berinisial "D". Sementara kabar lain menyebut inisial berbeda. Namun hingga kini, informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Istana maupun DPR.
Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Presiden memiliki kewenangan mengajukan calon Kapolri kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. Dalam praktiknya, Presiden umumnya mengusulkan satu nama yang kemudian menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR sebelum ditetapkan.
Isu pergantian Kapolri kembali menguat setelah Polri melakukan kenaikan pangkat terhadap sejumlah perwira tinggi pada September 2025. Dua di antaranya adalah Komjen Pol Karyoto yang menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri dan Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kenaikan pangkat tersebut memunculkan spekulasi bahwa sejumlah jenderal bintang tiga masuk dalam bursa calon Kapolri. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Presiden maupun Istana mengenai nama yang akan diusulkan sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Artikel Terkait
Jokowi Tamat di 2029? Pengamat: Karier Politik Berakhir Jika Gibran Tak Maju dan PSI Gagal ke Senayan
Isu Pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dinilai Upaya Rongrong Stabilitas Pemerintahan Prabowo
Isu Kerusuhan Jakarta Agustus 2026: Edy Mulyadi Bongkar Spekulasi Dalang di Balik Rumor vs Bantahan Resmi Pemprov dan Polda Metro Jaya
Said Didu Sebut Ada Pengkhianat di Rezim Prabowo di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Bocoran Info atau Serangan Oligarki?