"Ketua Umum PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi dan jejaring internal, tetapi juga perlu memiliki pengalaman diplomasi internasional serta rekam jejak global," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Kriteria Kandidat Ideal Ketum PBNU
Yusak membeberkan bahwa keempat tokoh potensial tersebut dinilai memadukan rekam jejak kepemimpinan organisasi yang teruji serta komitmen kuat dalam mendorong dialog antaragama dan peradaban di tingkat dunia. Hal ini menjadi modal penting dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global.
"Serta memiliki kapasitas dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global," pungkas Yusak.
Dengan kriteria tersebut, keempat nama kandidat ini diprediksi akan semakin menguat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Seluruh elemen Nahdliyin pun menantikan figur terbaik yang mampu membawa NU semakin berjaya di kancah nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Roy Suryo Pastikan Sayembara Rp250 Juta Ijazah Gibran Tak Akan Ada Pemenangnya
Gempa NTT Hari Ini: Korban Jiwa Capai 47 Orang, BNPB Rilis Data Terbaru dan Sebaran Kerusakan
Amnesti Korupsi BUMN ala Prabowo Dinilai Bahaya: Bisa Jadi Celah Koruptor Mengaku dan Bebas
Amien Rais: 81 Tahun Merdeka tapi Belum Berdaulat, Kedaulatan RI Dikuasai Oligarki dan Mafia