"Ketua Umum PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi dan jejaring internal, tetapi juga perlu memiliki pengalaman diplomasi internasional serta rekam jejak global," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Kriteria Kandidat Ideal Ketum PBNU
Yusak membeberkan bahwa keempat tokoh potensial tersebut dinilai memadukan rekam jejak kepemimpinan organisasi yang teruji serta komitmen kuat dalam mendorong dialog antaragama dan peradaban di tingkat dunia. Hal ini menjadi modal penting dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global.
"Serta memiliki kapasitas dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global," pungkas Yusak.
Dengan kriteria tersebut, keempat nama kandidat ini diprediksi akan semakin menguat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Seluruh elemen Nahdliyin pun menantikan figur terbaik yang mampu membawa NU semakin berjaya di kancah nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia