Bentrokan Mahasiswa Papua di Makassar: Aksi Saling Lempar Batu Warnai Aksi Demo KNPB
MULTAQOMEDIA.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Bentrokan terjadi antara massa mahasiswa dengan sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) dan ojek online (ojol).
Kronologi Kericuhan Aksi Mahasiswa Papua
Kericuhan bermula saat massa mahasiswa bergerak menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate. Aksi yang awalnya bertujuan menyuarakan isu kemanusiaan di Papua ini berubah menjadi benturan fisik antarkelompok.
Sebelum berlongsor ke lokasi, para mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di Asrama Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang. Dari titik kumpul tersebut, mereka berjalan kaki menuju lokasi aksi sambil membawa dan mengibarkan bendera.
Isu Zona Darurat Militer dan Krisis Kemanusiaan
Aksi demonstrasi ini mengangkat isu sensitif terkait penetapan zona darurat militer dan memburuknya kondisi krisis kemanusiaan di tanah Papua. Tuntutan ini menjadi pemicu utama mobilisasi massa mahasiswa di Kota Makassar.
Pemicu Bentrok: Penghadangan di Jalan Sultan Alauddin
Situasi mulai memanas ketika rombongan mahasiswa tiba di Jalan Sultan Alauddin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan mahasiswa dihadang oleh sejumlah orang yang diduga kuat berasal dari kelompok ojek online dan organisasi masyarakat.
Ketegangan yang semula terjadi di jalanan dengan cepat meningkat menjadi aksi saling lempar batu. Massa mahasiswa dilaporkan menjadi sasaran lemparan batu lebih dulu, yang kemudian memicu aksi balasan dari pihak mahasiswa.
Dampak Kericuhan: Lalu Lintas Macet dan Arus Kendaraan Terganggu
Bentrokan yang terjadi membuat kawasan Jalan Sultan Alauddin menjadi kacau dan tidak kondusif. Massa yang berkumpul hingga ke badan jalan mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan parah. Sejumlah kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya demi menghindari area konflik.
Korban dan Kronologi Lengkap Masih Belum Dikonfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, pemicu awal dari aksi penghadangan tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian setempat juga belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi lengkap peristiwa bentrokan ini.
Belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka, serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat kericuhan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu keterangan resmi dari aparat keamanan.
Artikel Terkait
Gempa NTT Hari Ini: Korban Jiwa Capai 40 Orang, Update Terbaru Sabtu 15 Agustus 2026
Kapal Pesiar J7 Explorer Haji Isam Viral: Ternyata Ini Misi Rahasia Kemhan untuk Ketahanan Pangan di Papua
Gempa Flores M 7,7: Ibu dan Bayi Ditemukan Tewas Berpelukan di Reruntuhan Manggarai
Gempa NTT M7,7: Gudang Bulog Rusak, 30 Ton Beras & Logistik Darurat untuk Manggarai