"Mas Prabowo sudah paham betul bahwa laporan dari bawah tentu bernuansa budaya yang menyenangkan, bahkan meninabobokkan," terangnya.
Amien kemudian memberikan gambaran mengenai bentuk laporan yang berpotensi membuat seorang presiden merasa sangat populer dan dicintai rakyat.
"Laporan itu pasti menyenangkan, misalnya seluruh rakyat bangga bapak jadi presiden. Di perkotaan, pedesaan, bahkan tempat-tempat terpencil. Nama bapak harum dan seterusnya," ujar Amien.
Menurutnya, informasi semacam itu harus diuji kebenarannya dengan kondisi nyata di lapangan. Presiden tidak seharusnya hanya mengandalkan laporan birokrasi, karena terdapat kemungkinan adanya kesenjangan antara apa yang dilaporkan dengan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh rakyat.
Amien menilai bahwa seorang pemimpin perlu memiliki keberanian untuk menggali informasi dari berbagai sumber, termasuk mendengarkan secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat. Dengan langkah tersebut, presiden dapat mengevaluasi apakah program dan kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif sebagaimana yang dilaporkan.
Bagi Amien, semakin tinggi posisi seorang pemimpin, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk melakukan introspeksi dan memastikan bahwa setiap laporan yang diterima selaras dengan kenyataan yang ada di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Amien Rais: Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki, Kepemimpinan Dinilai Indecisif
Prabowo Diminta Waspadai Kedekatan dengan Jokowi: Strategi Matang dan Evaluasi Elite Pemerintahan Dinilai Krusial
Presiden Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK, Puan: Segera Diproses Komisi XI
Jokowi Siapkan Skenario Plan B: Gibran Maju Lawan Prabowo di Pilpres 2029 Jika Tak Didampingi Lagi