Ia bahkan menyebutkan angka yang mengkhawatirkan, yakni lebih dari 40 ribu anak Indonesia mengalami trauma dan terancam keselamatannya akibat persoalan dalam pelaksanaan program MBG. Tiyo menegaskan bahwa akar masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola lapangan semata.
Menurutnya, kesalahan desain dan kebijakan yang dibuat oleh pemangku kepentingan di tingkat atas adalah penyebab utama dari kekacauan yang terjadi di lapangan. "Orang-orang itu menyalahkan pengelola di lapangan dan sok lupa bahwa kesalahan-kesalahan itu mereka sendirilah yang menciptakan celahnya," sindirnya.
Di akhir pernyataannya, Tiyo menggunakan metafora api untuk menggambarkan risiko besar dari kebijakan yang dinilainya tidak dikelola dengan baik. Ia memperingatkan bahwa masalah yang diciptakan oleh para pembuat kebijakan pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
"Mereka bermain api, Mas Wiji, tapi belum sadar api yang ia pakai untuk menakut-nakuti akan segera membakar diri mereka sendiri. Segera. Segeralah. Tak lama lagi," pungkas Tiyo dengan peringatan yang menusuk.
Artikel Terkait
Jokowi dan Prabowo Duduk Berdampingan di HUT RI ke-81, Gerindra: Simbol Hubungan Erat yang Terjaga
Amien Rais: Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki, Kepemimpinan Dinilai Indecisif
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Telan Mentah-Mentah Laporan Anak Buah yang Meninabobokkan
Prabowo Diminta Waspadai Kedekatan dengan Jokowi: Strategi Matang dan Evaluasi Elite Pemerintahan Dinilai Krusial