Ia bahkan menyebutkan angka yang mengkhawatirkan, yakni lebih dari 40 ribu anak Indonesia mengalami trauma dan terancam keselamatannya akibat persoalan dalam pelaksanaan program MBG. Tiyo menegaskan bahwa akar masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola lapangan semata.
Menurutnya, kesalahan desain dan kebijakan yang dibuat oleh pemangku kepentingan di tingkat atas adalah penyebab utama dari kekacauan yang terjadi di lapangan. "Orang-orang itu menyalahkan pengelola di lapangan dan sok lupa bahwa kesalahan-kesalahan itu mereka sendirilah yang menciptakan celahnya," sindirnya.
Di akhir pernyataannya, Tiyo menggunakan metafora api untuk menggambarkan risiko besar dari kebijakan yang dinilainya tidak dikelola dengan baik. Ia memperingatkan bahwa masalah yang diciptakan oleh para pembuat kebijakan pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
"Mereka bermain api, Mas Wiji, tapi belum sadar api yang ia pakai untuk menakut-nakuti akan segera membakar diri mereka sendiri. Segera. Segeralah. Tak lama lagi," pungkas Tiyo dengan peringatan yang menusuk.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia