Berdasarkan informasi yang dihimpun DEN, cadangan energi Indonesia saat ini diperkirakan hanya mampu bertahan antara 18 hingga 30 hari. “Dari sekarang harus kita lihat dari mana kita harus impor minyak, berapa biayanya, dan apa dampaknya pada APBN,” ujar Luhut.
Pencarian Sumber Pasokan Minyak Alternatif
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, pemerintah disebutkan telah mulai menjajaki sumber impor energi alternatif di luar pemasok tradisional. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Venezuela, dan negara-negara di Afrika menjadi opsi yang dipertimbangkan.
“Pemerintah sudah mencari sumber minyak lain. Misalnya dengan Amerika, atau Venezuela. Namun tantangan logistik dan keamanan jalur laut global juga harus diperhitungkan dengan matang,” tambah Luhut.
DEN Kaji Rekomendasi Kebijakan untuk Pemerintah
Luhut menyatakan bahwa Dewan Ekonomi Nasional masih terus melakukan diskusi mendalam untuk mengkaji berbagai skenario dan opsi kebijakan. Rekomendasi dari kajian ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah untuk menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil langkah antisipatif.
“Kita akan berikan pendapat kita pada pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Indonesia Paling Rentan Terimbas Konflik Timur Tengah, Ini Analisis Risiko S&P Global
Subsidi BBM Malaysia Melonjak 4 Kali Lipat: Penyebab, Dampak, dan Respons Pemerintah
Harga Pertalite Naik 2026? Simak Jadwal & Penyebab Kenaikan Usai Lebaran
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20.700 per Liter? Ini Analisis dan Dampak Geopolitik