Waspada! Perang AS-Israel vs Iran Ancam Stabilitas Ekonomi Indonesia
Multaqomedia.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dua isu utama yang mengancam adalah menipisnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dan potensi lonjakan harga minyak mentah dunia.
Ancaman Lonjakan Harga Minyak hingga US$100 per Barel
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa situasi memanas di Timur Tengah berpotensi mendorong harga minyak dunia melonjak hingga level US$100 per barel. Angka ini jauh melampaui asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang hanya dipatok sekitar US$70 per barel.
“Ekonomi kita juga akan terkena dampak jika harga minyak tiba-tiba naik bertahap sampai US$100. Padahal kita bikin di APBN kita US$70. Ini yang harus kita amati. Kalau sampai berkelanjutan lama, ini betul-betul harus kita cermati,” tegas Luhut dalam pernyataannya, Kamis (5/3/2026).
Cadangan Energi Nasional Terbatas, Pemerintah Diminta Waspada
Luhut menekankan pentingnya pemerintah menghitung dengan cermat ketahanan cadangan energi nasional, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 30% perdagangan minyak global.
Artikel Terkait
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun
PHK Massal TikTok: Karyawan Teknologi Tokopedia Tersisa 35 Orang, Operasional Pindah ke China
Indonesia Siap Terapkan B50 Mulai 2026: Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!