“Kalau anggarannya sudah tidak kuat, tidak ada jalan lain, kita harus berbagi beban dengan masyarakat. Artinya bisa saja ada kenaikan harga BBM jika nilainya terlalu tinggi dan anggaran tidak lagi mampu menanggung,” tegasnya.
Harapan Stabilitas Harga dan Langkah Antisipasi Pemerintah
Meski membuka opsi penyesuaian harga, Purbaya menyampaikan bahwa harga minyak dunia berpotensi untuk stabil kembali. Hal ini didorong oleh perkiraan meningkatnya pasokan global, antara lain dari rencana eksplorasi Amerika Serikat di Alaska dan potensi masuknya pasokan minyak dari Venezuela.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah antisipasi lain untuk menjaga kesehatan fiskal. Langkah tersebut termasuk realokasi belanja negara dengan menunda atau menggeser sejumlah program yang dinilai tidak mendesak ke tahun berikutnya.
“Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG,” tandas Purbaya merujuk pada kemungkinan efisiensi belanja.
Artikel Terkait
Rupiah Anjlok ke Rp 18.023, BI Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah dan Strategi Intervensi
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS: Penyebab, Dampak, dan Prediksi Pelemahan Selanjutnya
Rupiah Tertekan ke Rp 17.858 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Tidak Wajar
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair 2 Juni, Ini Besaran Lengkap Berdasarkan Jabatan dan Masa Kerja