Harga Minyak Tembus US$119, Pertamax Berpotensi Dekati Rp20.700 per Liter
Lonjakan harga minyak dunia ke level US$119 per barel memicu kekhawatiran akan kenaikan harga BBM di Indonesia, termasuk Pertamax dari Pertamina. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dampak Geopolitik pada Harga Minyak Global
Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh US$119,50 per barel, sementara WTI mencapai US$119,48 per barel. Pasar khawatir konflik akan mengganggu pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang dilalui 20% pasokan minyak dunia. Gangguan di jalur vital ini berpotensi memicu lonjakan harga energi lebih lanjut.
Perhitungan Teoritis Harga Pertamax
Dengan kurs Rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS, harga minyak mentah Brent US$119,50 setara dengan sekitar Rp12.739 per liter (sebelum biaya pengolahan, pajak, dan margin). Sebagai perbandingan, saat Pertamax Rp14.500 per liter di September 2022, biaya minyak mentahnya sekitar Rp8.900 per liter.
Artinya, biaya bahan baku saat ini sekitar 43% lebih tinggi. Jika kenaikan persentase yang sama diterapkan pada harga Pertamax sebelumnya, maka secara teoritis harganya dapat mencapai sekitar Rp20.700 per liter. Dengan memperhitungkan inflasi kumulatif, angka ini bahkan bisa mendekati Rp23.000 - Rp23.800 per liter.
Artikel Terkait
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Ini Daftar Terbarunya
Mantan Menkeu Peringatkan Prabowo soal Permainan Oligarki di Balik Pelemahan Rupiah
Rupiah Tembus Rp18.000, IHSG Anjlok 30%: Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara di Tengah Krisis Ekonomi