Kondisi ini berisiko meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah. Yuliot menjelaskan, penyesuaian harga nantinya akan mempertimbangkan alokasi subsidi untuk menjaga kesehatan fiskal negara.
Harga Pertalite Dipastikan Stabil Sampai Hari Raya Idulfitri
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memastikan harga Pertalite tetap bertahan di Rp10.000 per liter setidaknya hingga Hari Raya Idulfitri. Kepastian ini diberikan meski harga minyak dunia meningkat akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Stok BBM untuk menjelang lebaran sudah kami antisipasi," tegas Bahlil.
Mekanisme Pasar Tetap Berlaku untuk BBM Non-Subsidi
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi seperti Pertamax akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah global. Kenaikan harga minyak dunia akan langsung berdampak pada jenis BBM ini.
Dengan demikian, masyarakat dapat bernapas lega karena harga Pertalite dipastikan aman hingga Lebaran. Namun, perlu bersiap dengan adanya potensi kenaikan harga Pertalite pada paruh kedua tahun 2026 jika kondisi harga minyak dunia tetap tinggi.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun