Kondisi ini berisiko meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah. Yuliot menjelaskan, penyesuaian harga nantinya akan mempertimbangkan alokasi subsidi untuk menjaga kesehatan fiskal negara.
Harga Pertalite Dipastikan Stabil Sampai Hari Raya Idulfitri
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memastikan harga Pertalite tetap bertahan di Rp10.000 per liter setidaknya hingga Hari Raya Idulfitri. Kepastian ini diberikan meski harga minyak dunia meningkat akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Stok BBM untuk menjelang lebaran sudah kami antisipasi," tegas Bahlil.
Mekanisme Pasar Tetap Berlaku untuk BBM Non-Subsidi
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi seperti Pertamax akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah global. Kenaikan harga minyak dunia akan langsung berdampak pada jenis BBM ini.
Dengan demikian, masyarakat dapat bernapas lega karena harga Pertalite dipastikan aman hingga Lebaran. Namun, perlu bersiap dengan adanya potensi kenaikan harga Pertalite pada paruh kedua tahun 2026 jika kondisi harga minyak dunia tetap tinggi.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS: Penyebab, Dampak, dan Prediksi Pelemahan Selanjutnya
Rupiah Tertekan ke Rp 17.858 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Tidak Wajar
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair 2 Juni, Ini Besaran Lengkap Berdasarkan Jabatan dan Masa Kerja
Rupiah Tembus Rp 17.718 per Dolar AS, 10 Bahan Pangan Ini Terancam Naik Harga