Nilai tukar Rupiah kembali tertekan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Pelemahan ini mencatatkan rekor terbaru sepanjang sejarah mata uang Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.30 WIB, Rupiah melemah 45 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp17.713 per Dolar AS. Level tersebut menjadi yang terlemah sepanjang sejarah dan memperpanjang tren pelemahan Rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus bergerak di zona merah.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons singkat desakan Anggota Komisi XI DPR Primus Yustisio yang meminta dirinya mundur dari jabatan. Perry menegaskan keyakinannya terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun