MULTAQOMEDIA.COM -Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan telah menerima banyak laporan terkait penggunaan e-wallet atau dompet digital untuk transaksi judol.
Bahkan, nilai depo judol melalui e-wallet ini tembus Rp1,6 triliun per semester I 2025. Dari nilai tersebut, frekuensi transaksi mencapai 12,6 juta kali.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, aktivitas ini tercatat dalam 12,6 juta kali transaksi, yang menunjukkan masifnya peran e-wallet sebagai sarana perputaran uang ilegal.
"Sudah banyak pelaporan ke PPATK. Berdasarkan data semester I tahun 2025, diketahui bahwa deposit judi online melalui e-wallet mencapai Rp1,6 triliun dengan transaksi mencapai 12,6 juta kali transaksi," kata Ivan dalam pernyataannya yang dikutip Senin 11 Agustus 2025.
Artikel Terkait
BBM Subsidi Naik? Ini Kata Menkeu Purbaya Soal Harga Minyak $92/barel
Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Harga Minyak US$100 & Cadangan BBM Indonesia Terancam
Analisis Indef: Kereta Cepat Whoosh Butuh 100 Tahun untuk Balik Modal?
APBN 2026 Defisit Rp54,6 Triliun: Rincian Lengkap Pendapatan & Belanja Negara