Dalam pertimbangannya, hakim menyebutkan sejumlah hal yang memberatkan masing-masing terdakwa:
- Arsin dan Ujang Karta sebagai perangkat desa dianggap tidak mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.
- Septian sebagai pengacara dinilai tidak mengingatkan kliennya untuk taat hukum.
- Chandra Eka Agung sebagai wartawan dinilai tidak memberikan informasi yang berimbang kepada publik.
Sementara itu, hal yang meringankan adalah para terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan selama persidangan, serta mengakui dan menyesali perbuatannya.
Vonis Sesuai Tuntutan dan Pasal yang Dilanggar
Vonis ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 9 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Putusan ini menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi, termasuk yang melibatkan perangkat desa dan profesi lain di dalamnya.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru