“Jadi artinya peristiwanya tidak jelas yang dilaporkan tidak jelas. Jadi pelapor tidak mengerti tanggalnya di mana,” ucap Roy Suryo seperti dimuat Kompas Tv.
Kata Roy Suryo, seharusnya pelaporan pencemaran nama baik benar-benar dirasakan oleh pelapor sehingga mengetahui pasti kapan peristiwa terjadi.
Maka Roy Suryo curiga, polisi menimpa-nimpa laporan Jokowi dengan laporan pihak lainnya untuk menyeretnya ke dalam penjara.
Diketahui bukan hanya Jokowi, sejumlah pihak juga melaporkan Roy Suryo Cs terhadap kasus pencemaran nama baik Jokowi dalam kasus ijazah palsu.
Misalnya saja yang melaporkan yakni Peradi Bersatu dan relawan Jokowi Silfester Matutina.
Menurut Roy Suryo cara Jokowi ini pengecut lantaran membenturkan sesama anak bangsa.
Seharusnya kata Roy Suryo, Jokowi langsung menuliskan siapa saja terlapor dalam laporannya terkait dugaan pencemaran nama baik.
“Katanya pelapor nya, bukan saya yang mengatakan. Itu pengecut namanya, karena justru membenturkan sesama anak bangsa dan penyidik Polda Metro Jaya untuk mencari-cari pasal-pasal yang ada,” bebernya.
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
MAKI Kantongi Bukti Pejabat BGN Punya 20 SPPG, Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru
KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Jakarta Selatan, Dikawal Ketat Brimob Bersenjata Lengkap
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Sebelum Tersangka, Demokrat: Langkah Tegas Berantas Korupsi Program MBG
Mantan Wakil BGN Sony Sonjaya Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Tokoh Besar di Kasus Korupsi MBG