Namun, efek samping dari konsumsi aspirin adalah meningkatnya kecenderungan untuk mudah memar atau berdarah. Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi aspirin harian dengan dosis lebih besar dari yang disarankan dokter untuk menjaga aliran darah yang lancar ke jantungnya.
Pernyataan Resmi dan Pendapat Ahli
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa memar tersebut disebabkan karena tangan Trump terbentur sudut meja saat acara penandatanganan pengumuman Dewan Perdamaian.
Reuters mewawancarai empat dokter—terdiri dari dua ahli bedah dan dua dokter penyakit dalam—yang sepakat bahwa konsumsi aspirin sangat mungkin berkontribusi terhadap munculnya memar yang terlihat jelas pada tangan Trump.
Bukan Kali Pertama
Ini bukan pertama kalinya tangan Trump terlihat memar. Pada musim panas tahun lalu, Karoline Leavitt juga pernah menjelaskan bahwa memar di tangan Trump disebabkan oleh aktivitas bersalaman yang terlalu banyak.
Isu kesehatan para pemimpin senior AS selalu menjadi perhatian. Donald Trump merupakan orang tertua kedua yang pernah memegang jabatan presiden di AS, setelah Presiden Joe Biden. Pertanyaan mengenai kebugaran fisik para kandidat presiden berusia lanjut terus menjadi topik pembicaraan di kancah politik Amerika.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan