Kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Dipertanyakan, APBN di Bawah Tekanan
Enam bulan setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati, kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mendapat sorotan tajam dari publik dan ekonom. Harapan besar untuk menjaga disiplin fiskal dan menenangkan pasar kini berhadapan dengan realitas angka-angka ekonomi yang mengkhawatirkan.
Prospek Kredit Indonesia Direvisi, Defisit APBN Mengancam
Lembaga pemeringkat internasional mulai memberikan sinyal peringatan. Fitch Ratings merevisi prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif, sementara Moody's Investors Service menyoroti berbagai risiko fiskal yang muncul. Revisi ini menjadi lampu kuning bagi kesehatan keuangan negara.
Analis menilai disiplin fiskal mulai melemah. Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), memperingatkan potensi pelebaran defisit APBN hingga 3,3% - 3,6% terhadap PDB jika harga minyak dunia naik. Angka ini melampaui batas psikologis 3% yang selama ini dijaga untuk mempertahankan kepercayaan pasar.
Dampak Geopolitik dan Ancaman Inflasi dari Harga Minyak
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi badai besar dari luar negeri. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan AS telah mendorong harga minyak mentah Brent melonjak, bahkan mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri