Kemajuan ICBM & Nuklir Korea Utara: Ancaman Global dan Strategi Baru Korsel

- Selasa, 27 Januari 2026 | 03:00 WIB
Kemajuan ICBM & Nuklir Korea Utara: Ancaman Global dan Strategi Baru Korsel

Kemajuan Teknologi Rudal dan Nuklir Korea Utara, Ancaman Global yang Kian Nyata

Ancaman nuklir dari Korea Utara kini memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan. Ancaman ini tidak lagi hanya soal peningkatan jumlah hulu ledak, tetapi didorong oleh kemajuan pesat dalam teknologi rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM).

Kapasitas Produksi Nuklir dan Rudal Korut yang Meningkat

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Korea Utara memiliki kemampuan untuk memproduksi material nuklir yang cukup untuk 10 hingga 20 senjata nuklir baru setiap tahunnya. Kapasitas produksi yang masif ini berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi ICBM yang terus maju tanpa hambatan berarti.

Kombinasi mematikan ini mengantarkan Korea Utara pada posisi sebagai kekuatan nuklir yang tidak hanya mengancam kawasan regional Semenanjung Korea, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman keamanan global.

ICBM Korut Ubah Ancaman Menjadi Lintas Benua

Lee Jae Myung menegaskan bahwa kemajuan teknologi ICBM milik Korut telah mengubah peta ancaman. Rudal-rudal jarak jauh ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan menjangkau target di benua lain, sehingga meningkatkan status Korea Utara menjadi negara dengan daya gentar atau deterrence yang berskala global.

Dengan kemampuan proyeksi kekuatan lintas benua ini, ancaman dari Pyongyang dinilai semakin nyata dan mendesak untuk diatasi oleh komunitas internasional.

Strategi Baru Korea Selatan: Dari Tekanan ke Pendekatan Realistis


Halaman:

Komentar