Dalam wawancara yang sama, Trump juga memperbarui ancaman serangan militer terhadap kartel narkoba. Dia menegaskan bahwa operasi tidak hanya terbatas di Amerika Selatan, tetapi bisa meluas ke Amerika Tengah bahkan Meksiko.
"Kami tahu rute mereka. Kami tahu segalanya... Kami akan menyerang kartel-kartel itu," tegas Trump. Pernyataan ini disusul aksi serangan AS terhadap kapal pedagang narkoba di Pasifik Timur, yang menandai eskalasi taktik militer.
Penyitaan Aset Minyak Venezuela dan Isu Nobel
Trump juga mengonfirmasi penyitaan minyak dari tujuh kapal tanker Venezuela, meski menolak mengungkap lokasinya. Selain itu, dia menyebutkan tentang Hadiah Nobel Perdamaian milik pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang masih belum ditempatkan di Oval Office.
Kesepakatan Keamanan Arktik dengan NATO
Di akhir wawancara, Trump menyentuh kerangka kesepakatan keamanan Arktik dengan Sekjen NATO Mark Rutte, yang diklaimnya akan menguntungkan AS. Namun, detail kesepakatan ini masih belum jelas dan mendapat penegasan dari pihak terkait bahwa kedaulatan wilayah tidak dapat dinegosiasikan.
Klaim Trump tentang senjata Discombobulator ini kembali memicu perdebatan tentang perkembangan teknologi senjata non-kinetik dan etika operasi militer rahasia di wilayah negara berdaulat.
Artikel Terkait
Jenderal Uganda Minta Rp 17 Triliun & Istri dari Turki, Ancam Putus Hubungan
Perundingan Damai AS-Iran Gagal Total: Isu Nuklir Jadi Penghalang Utama
Klaim AS vs Bantahan Iran Soal Ranjau Selat Hormuz: Analisis Dampak & Fakta Terkini
Pertemuan Bersejarah JD Vance dengan Iran di Islamabad: Kontak Tertinggi AS-Iran Sejak 1979