Nilai Religius dan Komunikasi dengan Epstein
Dalam salah satu email, Aziza Al-Ahmadi menekankan nilai religius yang sangat tinggi dari kain tersebut kepada Epstein. Ia menyatakan potongan kain hitam itu telah disentuh oleh sedikitnya 10 juta umat Islam dari berbagai mazhab, baik Sunni maupun Syiah, selama ritual thawaf mengelilingi Ka'bah.
Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan bagaimana Al-Ahmadi mengenal Epstein atau alasan pasti di balik pengiriman barang bernilai religius tinggi ini kepada seorang terpidana kejahatan seksual.
Hubungan Berlanjut Pasca-Badai Irma
Korespondensi juga menunjukkan hubungan yang berlanjut. Pada September 2017, Al-Ahmadi berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk menanyakan kondisinya pasca Badai Irma yang melanda pulau pribadinya. Setelah dikabarkan bahwa bangunan dan dermaga mengalami kerusakan, Al-Ahmadi menawarkan untuk mengirimkan tenda baru.
Pesan lain mengungkap bahwa asisten Epstein, Lesley Groff, pernah mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai tujuannya.
Keterkaitan dengan Dunia Intelijen
Secara terpisah, memo FBI yang dirilis menyebutkan bahwa Epstein diduga bekerja sama dengan badan intelijen Amerika Serikat dan Israel. Dokumen tersebut juga menyatakan kedekatannya dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, serta pelatihan tertentu di dunia spionase.
Pengungkapan dokumen ini menambah dimensi baru yang kompleks dan kontroversial dalam kasus Jeffrey Epstein, menghubungkan jaringan globalnya dengan artefak keagamaan paling sensitif bagi umat Islam di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina