Sara dan Marcos pernah menjadi pasangan calon yang menang telak pada Pilpres Filipina 2022. Namun, hubungan mereka memburuk drastis. Sara menyebut aliansi tersebut sebagai sebuah kesalahan dan meminta maaf kepada pendukungnya. Konflik ini sebelumnya ditandai dengan upaya impeachment terhadap Sara yang akhirnya dibatalkan Mahkamah Agung.
Tantangan Hukum dan Dinasti Politik
Pengumuman ini datang di tengah dua tekanan besar: sidang ICC terhadap ayahnya, Rodrigo Duterte, dan tuntutan pidana baru yang sedang dihadapi Sara sendiri. Analis politik melihat langkah ini sebagai strategi untuk mempertahankan pengaruh keluarga Duterte sekaligus membangun momentum dini menuju 2028.
Respons dan Dampak Politik
Pengumuman Sara Duterte langsung menjadi trending topic di media sosial dan dibahas luas di kancah politik regional. Kubu oposisi, seperti Senator Risa Hontiveros, telah menyatakan kesiapan mereka menyambut kontestasi pemilu 2028. Sementara itu, Presiden Marcos yang tidak dapat mencalonkan diri lagi belum menunjuk penerus dari kawannya.
Dengan mengusung janji "hidup, kekuatan, dan masa depan" untuk Filipina, pernyataan pencalonan dini Sara Duterte ini diprediksi akan semakin memanaskan suhu politik Filipina dalam tiga tahun ke depan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu