Vatikan menilai melemahkan peran PBB di tengah krisis global adalah langkah berisiko. Mereka memandang PBB sebagai satu-satunya lembaga yang paling kompeten dan sah untuk mengelola konflik di Gaza.
Sikap ini juga merefleksikan kepemimpinan Paus Leo XIV. Meski merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat, ia dikenal konsisten mengkritik kebijakan Donald Trump dan menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Palestina.
Respons Internasional: Eropa Menjauh, Indonesia Bergabung
Penolakan Vatikan sejalan dengan sikap hati-hati Uni Eropa dan Italia, yang memilih untuk hanya mengirim pengamat ke KTT perdana BoP. Inisiatif Trump ini juga menuai kritik dari pakar yang menilai strukturnya mirip kolonialisme baru dan diragukan objektivitasnya karena tidak melibatkan perwakilan resmi Palestina.
Di sisi lain, sejumlah negara termasuk Indonesia memutuskan untuk bergabung. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dilaporkan telah hadir di Washington DC untuk menghadiri pertemuan perdana dewan tersebut, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina