Vatikan menilai melemahkan peran PBB di tengah krisis global adalah langkah berisiko. Mereka memandang PBB sebagai satu-satunya lembaga yang paling kompeten dan sah untuk mengelola konflik di Gaza.
Sikap ini juga merefleksikan kepemimpinan Paus Leo XIV. Meski merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat, ia dikenal konsisten mengkritik kebijakan Donald Trump dan menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Palestina.
Respons Internasional: Eropa Menjauh, Indonesia Bergabung
Penolakan Vatikan sejalan dengan sikap hati-hati Uni Eropa dan Italia, yang memilih untuk hanya mengirim pengamat ke KTT perdana BoP. Inisiatif Trump ini juga menuai kritik dari pakar yang menilai strukturnya mirip kolonialisme baru dan diragukan objektivitasnya karena tidak melibatkan perwakilan resmi Palestina.
Di sisi lain, sejumlah negara termasuk Indonesia memutuskan untuk bergabung. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dilaporkan telah hadir di Washington DC untuk menghadiri pertemuan perdana dewan tersebut, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.
Artikel Terkait
Sara Duterte Umumkan Cawapres 2028: Konflik dengan Marcos Memanas, Ini Dampaknya
Israel Tahan Imam Al-Aqsa Jelang Ramadan: Larangan Akses, Eskalasi Militer & Ketegangan di Yerusalem
WNI Tercatat di IDF Israel: Fakta, Data, dan Implikasi Hukum Internasional
Barack Obama Klarifikasi Alien dan Area 51: Fakta Lengkap yang Viral