IRGC menyebutkan empat serangan drone yang menargetkan pangkalan angkatan laut AS di Bahrain menyebabkan kerusakan serius pada pusat komando dan sistem dukungan militer. Tidak hanya itu, serangan juga dilancarkan ke Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait yang dilaporkan melumpuhkan operasionalnya, serta tiga objek di Pangkalan Mohammed Al Ahmad.
Pernyataan Iran di PBB dan Respons Terbatas AS
Misi Tetap Iran untuk PBB menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah bisa mengalahkan Iran. Mereka menyatakan bahwa impian pemerintah AS untuk menekan Republik Islam Iran tidak akan terwujud.
Sementara itu, belum ada respons resmi dari Washington yang mengonfirmasi klaim kematian agen intelijen dan jumlah korban jiwa militer yang dilaporkan media Iran. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran, yang menjadi korban pertama sejak eskalasi dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan beberapa personel lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses pemulihan. Centcom menegaskan bahwa operasi tempur utama masih berlanjut dan upaya respons masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal