Ras Tanura merupakan salah satu pusat penyulingan dan ekspor minyak paling vital bagi Arab Saudi. Fasilitas yang terletak di pesisir timur Kerajaan tersebut memiliki kapasitas penyulingan mencapai 550.000 barel per hari (bph), menjadikannya salah satu kilang terbesar di kawasan Timur Tengah.
Rekaman Serangan Beredar dan Latar Belakang Konflik
Insiden serangan drone ini terekam dan beredar luas di berbagai platform media sosial. Serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada September 2019, serangan drone dan rudal besar-besaran pernah merobohkan lebih dari setengah produksi minyak mentah Kerajaan, yang sempat mengguncang pasar energi global.
Serangan ke Ras Tanura ini terjadi dalam eskalasi ketegangan regional terkini. Latar belakangnya adalah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan sejumlah petinggi Iran. Teheran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, serta beberapa negara di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi.
Gelombang serangan balasan Iran dilaporkan telah melanda sejumlah negara, yaitu Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu