Trump lebih lanjut menilai bahwa ambisi Iran untuk mendominasi kawasan Timur Tengah kini telah dipatahkan. Dia mengklaim peristiwa ini menandai kekalahan pertama Iran dari negara-negara di kawasan tersebut dalam sejarah panjang.
"Mereka berupaya untuk mengambil alih dan memerintah Timur Tengah. Ini adalah pertama kalinya Iran kalah, dalam ribuan tahun, dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya," tegasnya.
Kritik Keras dan Peringatan Trump untuk Iran
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan kritik yang sangat keras terhadap Iran, sekaligus mengubah sebutan untuk negara tersebut.
"Iran bukan lagi 'Pengganggu Timur Tengah,' melainkan 'PIHAK YANG KALAH DI TIMUR TENGAH,' dan akan tetap demikian selama beberapa dekade hingga mereka menyerah atau, kemungkinan besar, runtuh sepenuhnya!" tulisnya.
Trump bahkan memberikan peringatan keras mengenai kemungkinan eskalasi militer yang lebih dahsyat. "Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! Yang sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menyebabkan kematian pasti, karena perilaku buruk Iran, adalah daerah dan kelompok orang yang sampai saat ini tidak dianggap sebagai sasaran," pungkas mantan presiden ke-45 AS itu.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal