Krisis Energi Global: Lonjakan Harga Minyak Picu Kenaikan BBM & Panic Buying
Pemerintah di berbagai negara mengambil langkah cepat melindungi masyarakat dari dampak lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah dan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pengiriman minyak global.
Berbagai kebijakan darurat seperti pembatasan harga dan jaminan pasokan diterapkan, menandai merambatnya krisis energi ke stabilitas ekonomi global.
Respons Negara: Dari Kroasia hingga Pakistan
Pemerintah Kroasia langsung bertindak dengan menetapkan batas harga bahan bakar. Bensin dibatasi €1,50 per liter dan solar €1,55 per liter untuk dua minggu ke depan. Langkah ini, menurut PM Andrej Plenkovic, untuk menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi.
Sementara India memilih menahan harga BBM domestik, Pakistan justru menaikkan harga BBM secara drastis. Per 7 Maret 2026, bensin naik 20% menjadi PKR 321,17 per liter dan solar mencapai PKR 335,86 per liter. Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menyebut keputusan ini tak terhindarkan dan harga akan ditinjau tiap pekan.
Panic Buying Landa Australia, Cadangan BBM Dipertanyakan
Lonjakan harga memicu panic buying bahan bakar di Australia. Masyarakat membeli dalam jumlah besar hingga menekan rantai pasokan, memaksa beberapa pemasok membatasi penjualan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan