Menteri Energi Chris Bowen menyatakan cadangan nasional relatif aman: 36 hari untuk bensin, 34 hari untuk solar, dan 32 hari untuk bahan bakar jet. Namun, Bowen mengakui dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan masih sulit diprediksi.
Sektor Penerbangan Terpukul, Maskapai Siapkan Strategi
Krisis energi mulai memukul sektor penerbangan. Maskapai Air New Zealand menangguhkan proyeksi pendapatan 2026 karena harga bahan bakar jet melonjak dari $85-$90 menjadi $150-$200 per barel.
Maskapai tersebut telah melakukan lindung nilai untuk 83% kebutuhan minyaknya, namun tetap menyiapkan langkah penyesuaian termasuk kemungkinan kenaikan harga tiket dan perubahan jadwal penerbangan.
Langkah Darurat Negara-Negara Asia Hadapi Krisis
Negara-negara Asia yang bergantung impor energi juga mengambil langkah darurat:
- Korea Selatan berencana terapkan pembatasan harga BBM domestik pertama kali sejak 1997.
- China menaikkan batas harga eceran BBM dengan margin terbesar dalam 4 tahun.
- Filipina memperluas pengendalian harga bahan bakar ke seluruh wilayah.
Analis memperingatkan, penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga sektor pangan, pupuk, dan industri di banyak negara Asia. Pemerintah kini berlomba dengan kebijakan cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis energi global yang meluas.
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap Putri Thailand Koma 3 Tahun Sebelum Wafat Akibat Gagal Jantung
Konflik AS-Iran Memanas: 12 Rudal Balistik Iran Hantam Fasilitas Militer AS, Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak
Elon Musk Diprediksi Jadi Manusia Triliuner Pertama usai IPO SpaceX Raup Rp1.200 Triliun
Iran Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu, Ancaman Krisis Energi Global Mengintai