MULTAQOMEDIA.COM - Polda Metro Jaya angkat bicara terkait isu yang menarasikan adanya upaya kesengajaan mematikan jaringan CCTV di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat saat aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung, Jumat, 12 Juni 2026.
Isu ini berembus kencang setelah warganet mengeluhkan tidak bisa memantau situasi traffic dan massa aksi yang sebelumnya terpantau CCTV secara real-time melalui layanan streaming publik.
Berdasarkan pantauan redaksi, beberapa titik kamera pengawas yang dilaporkan mengalami gangguan atau blank sejak siang hari meliputi CCTV Bundaran HI (Sisi Barat depan Grand Hyatt dan Sisi Timur depan Hotel Indonesia Kempinski), CCTV Poros Jalan MH Thamrin (Depan Gedung UOB dan Menara Astra), dan CCTV Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran HI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membantah keras tudingan adanya penggunaan alat pengacak sinyal (jamming) oleh aparat untuk memutus akses visual dan komunikasi di lokasi demo.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia