"Jamming dinyatakan tidak ada. Karena memang kepadatan anggota dan seluruh masyarakat (di lokasi aksi), rata-rata sinyal kita susah," tegas Budi Hermanto saat dikonfirmasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut perwira menengah kepolisian yang akrab disapa Buher ini, tumbangnya jaringan komunikasi dan sulitnya akses internet di sekitar lokasi murni akibat overload kapasitas jaringan seluler lantaran menumpuknya ribuan orang di satu titik yang sama.
Kendati demikian, menyikapi banyaknya titik kamera pengawas milik Pemprov yang tidak berfungsi, Polda Metro Jaya bergerak cepat untuk melakukan investigasi teknis.
"Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo Pemprov DKI Jakarta terkait tentang CCTV (yang mati) ini," jelasnya.
Saat disinggung awak media mengenai kepastian apakah ada kendala teknis lain atau murni masalah jaringan seluler, ia kembali menegaskan pihaknya belum bisa berspekulasi lebih jauh.
"Nanti kami akan dalami," pungkasnya singkat.
Artikel Terkait
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35%, Ancam Prabowo: Siap Berlabuh ke Anies jika Diasingkan Gerindra di Pilpres 2029?
Jokowi Siapkan PSI sebagai Kendaraan Politik Gibran untuk Pilpres 2029: Skenario dan Kalkulasi di Tengah Ketidakpastian
Prabowo Wajibkan Bahasa Asing Sejak SD: Ini 7 Bahasa yang Akan Diajarkan untuk Cetak Generasi Unggul
Said Didu: Jokowi Turun Langsung Siapkan Gibran Maju Capres 2029, Politik Masuki Fase To Kill or To Be Killed