Perang Iran Tusuk Trump dari Belakang, Bisa Picu Lengser di Pemilu Sela?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menghadapi tekanan politik dalam negeri yang serius. Konflik militer dengan Iran memicu gejolak ekonomi global, terutama lonjakan harga energi, yang berpotensi menjadi bumerang bagi Trump dan Partai Republik menjelang Pemilu Sela 2026.
Lonjakan Harga Minyak Jadi Pukulan bagi Perekonomian AS
Perang di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah dunia sempat menembus US$100 per barel. Gangguan pasokan dan jalur perdagangan energi global ini langsung berdampak pada biaya hidup warga AS.
Profesor Todd Belt dari George Washington University menyatakan, dampak kebijakan luar negeri baru terasa dalam pemilu jika langsung memukul ekonomi masyarakat. "Kenaikan harga energi dapat memicu sentimen negatif jika pemilih melihat harga barang naik lebih cepat daripada pendapatan mereka," ujarnya. Isu ini berisiko dimanfaatkan oleh lawan politik Trump.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal