Sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah, mencakup area Galilea, Haifa, Acre, hingga pinggiran utara Haifa, yang menunjukkan jangkauan serangan yang luas. Bahkan, sirene juga terdengar di Tel Aviv dan wilayah tengah Israel menyusul tembakan roket jarak jauh Hizbullah dan deteksi rudal balistik dari Iran.
Respons Militer Israel (IDF)
Menanggapi serangan, Angkatan Udara Israel melakukan serangan balasan besar-besaran ke benteng Hizbullah di Beirut selatan. IDF juga telah memperingatkan kemungkinan ekspansi serangan dan mengeluarkan peringatan evakuasi berulang kali kepada warga sipil di selatan Beirut. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa militer dapat mulai menargetkan infrastruktur sipil jika pemerintah Lebanon dinilai gagal mengendalikan Hizbullah.
Pernyataan dan Klaim dari Berbagai Pihak
Hizbullah menyatakan serangan mereka sebagai balasan atas agresi Israel terhadap kota-kota di Lebanon dan pinggiran selatan Beirut. Sementara itu, IRGC Iran melalui kantor berita Tasnim mengklaim telah meluncurkan beberapa rudal balistik dalam operasi gabungan, di mana Hizbullah menargetkan lebih dari 50 lokasi di Israel dengan drone dan roket.
Eskalasi ini terjadi dalam konteks ketegangan yang semakin memanas di Timur Tengah, dengan pihak-pihak yang terlibat saling memperingatkan kemungkinan serangan yang lebih luas di masa depan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan