Media lokal Israel melaporkan pemandangan mencekam di mana hanya satu rudal yang berhasil dicegat. Iran disebut menggunakan kombinasi rudal jarak menengah berbahan bakar padat dan cair, seperti Sejjil dan Kheibar Shekan, yang dikenal sulit dilacak karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang tinggi.
Selain menyasar kawasan sensitif di Yerusalem, IRGC juga mengklaim telah menghantam sejumlah target strategis lainnya, termasuk:
- Infrastruktur Komando dan Kendali utama di jantung wilayah.
- Sistem Pertahanan Rudal yang menjadi perisai utama Israel.
- Pangkalan Al Udeid di Qatar, yang disebut Iran sebagai "sarang teroris" dan markas besar pasukan AS.
Data Eskalasi Konflik Iran-Israel 2026
Sejak konflik terbuka pecah pada 28 Februari 2026, intensitas serangan terus meningkat. Berikut ringkasan data yang dilaporkan:
- Total Gelombang Serangan: 57 (Operation True Promise 4)
- Estimasi Proyektil: ~700 Rudal Balistik & 3.600 Drone Kamikaze (kumulatif)
- Jenis Rudal Andalan: Sejjil (23,6 Ton), Khorramshahr-4, Kheibar Shekan
- Target Vital Terkonfirmasi: Kantor PM Israel, Pangkalan Al Udeid, Kilang Minyak, Markas Intelijen Mossad
- Dampak Korban Jiwa (Estimasi): 1.300 di kedua pihak (gabungan sipil & militer)
Serangan terbaru ini menandai titik eskalasi baru yang berbahaya dan memperlihatkan kemampuan ofensif Iran yang semakin presisi, serta kerentanan sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dianggap paling canggih di kawasan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan