Ancaman terbaru Trump ini menarik karena kontras dengan pernyataannya di masa lalu. Trump sebelumnya mengaku sengaja menghindari menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran karena khawatir akan menyebabkan kerusakan parah dan "trauma" berkepanjangan bagi penduduk sipil.
Iran Siap Balas Dendam dengan Serangan Tanpa Batas
Menanggapi eskalasi ancaman ini, Iran telah menyatakan kesiapan untuk membalas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa militernya akan melancarkan serangan balasan "tanpa batas" jika fasilitas energinya kembali diserang. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan Israel ke ladang gas South Pars milik Iran.
Ultimatum 48 jam dari Donald Trump ini kembali membawa ketegangan di kawasan Teluk Persia ke tingkat yang mengkhawatirkan. Dunia internasional kini menunggu respons resmi Iran dan perkembangan dalam hitungan jam ke depan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu