Ancaman terbaru Trump ini menarik karena kontras dengan pernyataannya di masa lalu. Trump sebelumnya mengaku sengaja menghindari menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran karena khawatir akan menyebabkan kerusakan parah dan "trauma" berkepanjangan bagi penduduk sipil.
Iran Siap Balas Dendam dengan Serangan Tanpa Batas
Menanggapi eskalasi ancaman ini, Iran telah menyatakan kesiapan untuk membalas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa militernya akan melancarkan serangan balasan "tanpa batas" jika fasilitas energinya kembali diserang. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan Israel ke ladang gas South Pars milik Iran.
Ultimatum 48 jam dari Donald Trump ini kembali membawa ketegangan di kawasan Teluk Persia ke tingkat yang mengkhawatirkan. Dunia internasional kini menunggu respons resmi Iran dan perkembangan dalam hitungan jam ke depan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan