Houthi Resmi Serang Israel, Konflik Timur Tengah Meluas ke Yaman
Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah kelompok Houthi dari Yaman secara resmi melancarkan serangan militer ke Israel. Aksi ini menandai perluasan medan pertempuran yang melibatkan sekutu Iran.
Serangan Houthi terjadi sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebulan sebelumnya, yang memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.
Detail Serangan dan Respons Pertahanan Israel
Israel melaporkan berhasil mencegat serangan pertama Houthi yang terjadi pada dini hari. Serangan berupa rudal balistik itu memicu sirene pertahanan udara di wilayah Beersheva dan sekitarnya di selatan Israel.
Beberapa jam kemudian, militer Israel kembali mencatat serangan lanjutan yang melibatkan rudal jelajah dan drone. Semua ancaman udara tersebut dilaporkan berhasil ditembak jatuh sebelum memasuki wilayah udara Israel, termasuk yang menargetkan kota resor Eilat di Laut Merah.
Pernyataan Resmi dan Tujuan Militer Houthi
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa operasi ini adalah yang pertama mereka lakukan terhadap Israel. Dalam pernyataannya, Saree menyatakan serangan itu menargetkan "sasaran militer sensitif musuh Israel di selatan Palestina yang diduduki."
Artikel Terkait
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz: Penyebab, Dampak, dan Solusi Diplomasi
Iran Ancam Serang Kampus AS di Timur Tengah, Ultimatum Hingga 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Medan Jebakan, Analisis Eskalasi 2024
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz 2026: Dampak & Update Terkini