Oleh karena itu, Boroujerdi mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu menghadapi serangan dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel. "Wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis bersama Amerika Serikat," serunya.
Rudal Israel Tidak Pilih Mazhab
Boroujerdi memberikan penekanan yang kuat dengan menyatakan bahwa serangan Israel tidak membeda-bedakan aliran. "Ketika rudal dari Israel ini kemudian dijatuhkan, maka rudal ini tidak memilih mana Sunnah, mana Syiah, semuanya kena," katanya.
Ia kemudian mengutip Surah Ali Imran ayat 103 dan mengingatkan sejarah para sahabat Nabi yang bersatu dalam kondisi perang. "Karena sudah kondisi perang seperti itu maka tidak perlu semestinya untuk membesar-besarkan perbedaan mazhab dan agama. Itu Israel yang memisah-misahkan antar agama," sambungnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang turut mendorong agar perang segera diakhiri dan diplomasi didahulukan. Seruan persatuan ini menjadi pesan kuat di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina