Oleh karena itu, Boroujerdi mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu menghadapi serangan dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel. "Wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis bersama Amerika Serikat," serunya.
Rudal Israel Tidak Pilih Mazhab
Boroujerdi memberikan penekanan yang kuat dengan menyatakan bahwa serangan Israel tidak membeda-bedakan aliran. "Ketika rudal dari Israel ini kemudian dijatuhkan, maka rudal ini tidak memilih mana Sunnah, mana Syiah, semuanya kena," katanya.
Ia kemudian mengutip Surah Ali Imran ayat 103 dan mengingatkan sejarah para sahabat Nabi yang bersatu dalam kondisi perang. "Karena sudah kondisi perang seperti itu maka tidak perlu semestinya untuk membesar-besarkan perbedaan mazhab dan agama. Itu Israel yang memisah-misahkan antar agama," sambungnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang turut mendorong agar perang segera diakhiri dan diplomasi didahulukan. Seruan persatuan ini menjadi pesan kuat di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS Kedua Kali: Mitos Superioritas Udara AS Dipertanyakan
Christina Maria Plante Ditemukan Selamat Setelah 32 Tahun, Ini Fakta Cold Case Arizona Terpecahkan
Pemecatan KSAD Randy George oleh Menhan AS: Dampak Strategi Perang Iran & Gelombang Perombakan Militer
Ancaman Panglima AD Iran ke AS: Tak Ada Pasukan Musuh yang Akan Selamat Jika Invasi Darat