MULTAQOMEDIA.COM - Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berencana menguasai 70 persen wilayah Gaza. Kelompok perlawanan Palestina ini menegaskan bahwa pernyataan Netanyahu merupakan bentuk eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan.
Hamas menilai komentar Netanyahu sebagai upaya sistematis untuk melakukan pembersihan etnis dan pengusiran paksa terhadap warga Palestina dari tanah mereka. Tindakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.
"Setiap upaya untuk memaksakan realitas penjajahan baru di Gaza adalah batal dan tidak sah," tegas Ismail Al Thawabta, kepala kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2026).
Artikel Terkait
UEA Ikut Serang Iran dengan Bantuan Intelijen AS dan Israel, Target Strategis Jadi Sasaran
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer AS, Centcom Bantah Keras
Netanyahu Perintahkan Militer Kuasai 70% Wilayah Gaza, Ekspansi Terus Berlanjut
Hizbullah Luncurkan 37 Serangan Besar ke Israel, Drone Kamikaze dan Rudal Anti-Tank Jadi Andalan