Insiden Pesawat AS Jatuh di Iran: Klaim Berlawanan dan Operasi Penyelamatan yang Diperdebatkan
Langit di atas gurun selatan Isfahan masih menyisakan jejak asap tipis. Di tanah yang retak oleh panas, serpihan logam berserakan—hangus, terpelintir, dan masih mengeluarkan bau bahan bakar. Beberapa jam sebelumnya, lokasi ini menjadi pusat operasi militer berisiko tinggi yang kini memicu perdebatan dunia.
Insiden ini berawal dari jatuhnya sebuah pesawat tempur Amerika Serikat di wilayah Iran. Presiden AS kala itu, Donald Trump, mengumumkan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan puluhan pesawat berhasil menemukan pilot yang hilang dalam kondisi selamat, meski terluka.
Klaim Iran: Operasi Penyelamatan AS Adalah Misi Penipuan yang Gagal
Narasi dari Teheran berkebalikan 180 derajat. Militer Iran, melalui juru bicara Komando Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan operasi penyelamatan AS itu "benar-benar gagal".
Iran mendeskripsikan kejadian di sebuah bandara terbengkalai di selatan Isfahan itu sebagai "misi penipuan dan pelarian". Mereka mengklaim telah menghancurkan dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik AS dalam operasi tersebut. Media pemerintah Iran menyiarkan gambar puing-puing yang terbakar sebagai bukti, namun tidak secara jelas mengonfirmasi nasib atau penangkapan pilot AS yang dimaksud.
Artikel Terkait
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Analisis Propaganda & Fakta Insiden 2026
7 Pesawat Tempur AS Hilang dalam 1 Bulan Perang vs Iran: F-15, A-10, KC-135, E-3 Sentry Jatuh
Presiden Prabowo Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon: 3 Prajurit Gugur
Konflik AS, Israel vs Iran: Ancaman Perang Dunia III dan Analisis Eskalasi Timur Tengah